Senyuman Sepiring Mie Balap

Pria paruh baya ini tengah sibuk melayani pesanan pembeli ketika aku duduk di warungnya. Tangan cekatannya ligat mengaduk kwetiau atau yang sering disebut orang Medan mie balap. Dengan ramah dan senyum yang terus merekah dia melayani para pembelinya di tenda berukuran 2 x 2 meter itu. Tak ada kesan lelah yang tampak di wajahnya. Muin pria yang berusia hampir separuh abad ini selalu tersenyum melayani pelanggan mie nya.

Ayah tiga anak ini mengaku sudah sepuluh tahun belakangan ini menggeluti dagangan mie balap. Dagangannya sendiri berupa kwetiau yang digoreng dengan campuran telur dan daun bawang yang sangat menggugah selera. “Alhamdulillah”, ujarnya ketika saya menyinggung tentang pendapatan yang diperolehnya. “Dengan usaha yang gigih serta tidak lepas berdoa kepadaNya rezeki itu pasti ada”, ujarnya. Pendapatannya mampu menghidupinya dan anak-anaknya, bahkan seorang anaknya telah mulai memasuki bangku kuliah.

Muin membuka dagangannya dari pukul 07.00 WIB sampai tengah hari. Pelanggan yang selalu ramai tampak di warung kecilnya itu. “Kendala pasti ada”, ujarnya. Mulai dari masalah tempat sampai para preman yang sering melakukan pungli. Namun Muin tetap sabar dan terus berusaha. Hasilnya terlihat sekarang, walaupun hanya warung mie balap ukuran 2 x 2 meter tetapi Muin sekarang mempunyai dua tenda untuk menjual Mie Balap di sekitar tempat tinggalnya.

Muin mengaku tak ada rahasia khusus untuk menarik pelanggan. Dia hanya berkata, “Tersenyumlah dan ramah pada pembeli, karena pembeli itu adalah raja”. Kata yang sering di dengar tetapi mungkin sedikit yang mengaplikasikannya. Kemudian ia menambahkan, “Ikhlas dalam melakukan sesuatu pasti berkah” pesan sederhana yang akan saya ingat dari beliau.

Tetes keringat untuk mencari nafkah terbayar sudah. Keluarga yang berkecukupan dan anak-anak yang bisa sekolah. Hal itu dikarenakan oleh senyuman sepiring Mie Balap. Dengan perasaan senang dan perut kenyang saya meninggalkan warung sederhana itu. Dan benar senyum itu adalah ibadah, dan jika seseorang ikhlas beribadah maka akan lancar segala pekerjaannya, satu pelajaran yang saya petik dari seorang penjual Mie Balap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s